Berpikirlah Sejenak Sebelum Berbuat Maksiat


3 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Pernah terjadi dialog antara Ibrahim bin Adham dengan seorang laki laki.

Laki laki itu berkata kepada Ibrahim bin Adham : Wahai Abu Ishaq (kuniyyah dari Ibrahim bin Adham) Sesunnguhnya aku suka berbuat maksiat, nasehatilah aku, semoga dengan nasehat yang engkau berikan, aku bisa berhenti dari maksiat.

Ibrahim bin Adham berkata : apabila engkau menerima lima hal dan engkau mampu melaksanakannya, maka kamu boleh berbuat maksiat sesukamu.

Laki laki itu berkata : Sebutkan lima hal tersebut !

Ibrahim bin Adham : Yang pertama, apabila engkau mau berbuat maksiat, janganlah engkau makan dari rizkiNya.

Laki laki itu berkata : dari mana aku makan, kalau bukan berasal rizki yang diberikan olehNya.

Ibrahim bin Adham berkata : Apakah pantas, apabila engkau menikmati makanan dari karuniaNya, kemudian engkau bermaksiat kepadaNya.

Laki laki itu berkata : Sebutkan hal yang kedua.

Ibrahim bin Adham berkata: apabila engkau ingin bermaksiat, maka jangan tinggal di bumiNya.

Laki laki itu berkata : Ini lebih berat dari yang pertama, apa yang ada di langit dan di bumi adanya milik Allah, maka dimana aku akan tinggal ?

Ibrahim bin Adham berkata : apabila anda makan dari rizqiNya dan tinggal di bumiNya, mengapa anda bermaksiat kepadaNya ?

Laki laki itu berkata : Sebutkan hal yang ketiga.

Ibrahim bin Adham berkata : Apabila anda ingin bermaksiat, maka carilah tempat yang tidak dilihat/diawasi oleh Allah.

Laki laki itu berkata : Bagaimana bisa aku lakukan, Allah maha mengetahui yang tampak dan yang tersembunyi.

Ibrahim bin Adham berkata : Apabila anda makan rizqi dariNya, tinggal di bumiNya, dan anda yakin Allah mengetahui anda disaat anda bermaksiat. Maka mengapa anda bermaksiat ?

Laki laki itu berkata : Sebutkan hal yang keempat.

Ibrahim bin Adham berkata : Apabila malaikat maut datang kepadamu untuk mengambil nyawamu, maka katakan kepadanya, tundalah ajalku sampai aku beramal sholeh.

Laki laki itu berkata : hal itu tidak mungkin.

Ibrahim bin Adham berkata : Kalau engkau sudah tau, apabila ajal telah tiba itu tidak bisa ditunda, lantas apa yang membuat anda berani bermaksiat ??

Laki laki itu berkata lagi : Sebutkan hal yang kelima.

Ibrahim bin Adham itu berkata lagi : Di hari kiamat kelak, apabila malaikat Zabaniah menyeretmu ke Neraka , maka janganlah engkau pergi bersama mereka.

Laki laki itu berkata lagi : Mereka tidak akan memenuhi permintaanku.

Ibrahim bin Adham berkata : Kalau  begitu bagaimana anda menyelamatkan diri dari (akibat) perbuatan maksiat ?

Laki laki itu berkata lagi : Wahai Ibrahim, cukup-cukup, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya.


[Kisah diatas disebutkan oleh Syaikh Abdurrozzaq di dalam kitab beliau bawàits alkhulùs min addzunùb halaman 13-14]


Semoga bermanfaat.

✏ Ustadz Budi Santoso, Lc حفظه الله تعالى