Kaitan Erat Puasa Dan Tauhid


4 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Diantara keistimewaan puasa dari ibadah-ibadah lainnya adalah bahwasanya puasa merupakan ajang untuk menempa dan mendidik setiap muslim untuk selalu mentauhidkan Allah Ta'ala dengan mengikhlaskan ibadah puasanya hanya kepada Allah semata, dan merasa selalu diawasi oleh Allah, serta membuang jauh-jauh sifat riya' yang merupakan salah satu bentuk kesyirikan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentangnya: 

إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر، قالوا: وما الشرك الأصغر؟ قال الرياء

"Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya: "Apakah syirik kecil itu?" Beliau menjawab: "Riya'.” [HR. Ahmad dan dishahihkan oleh al-Albani]

Oleh karena itulah, Allah Ta'ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِه

"Setiap amalan anak Adam itu untuknya kecuali puasa, maka sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan memberinya balasan." [HR. Bukhari dan Muslim]

Di antara sebab Allah Ta'ala mengkhususkan puasa ini untuk-Nya sebagaimana disebutkan oleh sebagian ulama adalah, bahwasanya (orang puasa) itu dituntut untuk jauh dari riya' karena sifat pelaksanaan puasa ini yang bersifat tersembunyi (hanya diketahui oleh Allah), berbeda dengan ibadah shalat, haji, jihad, shadaqah, dan ibadah-ibadah dzahir lainnya (maka orang lain bisa melihat dan mengetahuinya). [Syarah shahih Muslim, 8/29]

✏ Ustadz Saparuddin, Lc  حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى 

Sumber: 
Majalah adz-Dzakhîroh al-Islâmiyyah, hal. 31, edisi 90 thn 2014 | www.majalahislami.com