Perbedaan Antara Sangka Baik Dan Tertipu Dengan Sangkaan


4 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Telah jelas perbedaan antara persangkaan baik dan tertipu dengan sangkaan. Apabila persangkaan baik itu membawa ( mendorong dan memotivasi ) seseorang untuk beramal sholeh, maka berarti ini sangkaan yang benar.

Akan tetapi apabila sangkaannya itu menyebabkannya sesorang tidak mau beramal, bahkan  tenggelam dalam lautan dosa dan kemaksiatan, maka inilah yang dinamakan dengan sangkaan yang menipu.

Persangkaan baik itu termasuk raja'/berharap, barangsiapa sikap harapnya membawanya kepada ketaatan, dan menyebabkannya menjauhi kemaksiatan, maka inilah raja' /harapan yang benar, barangsiapa yang tidak beramal dan menjadikannya sebagai sikap raja', dan sebaliknya raja' nya adalah dengan tidak beramal maka ia adalah orang yang tertipu.

Kalau dipermisalkan, ada seseorang mempunyai tanah yang ia harapkan hasil buminya, namun ia menyia-nyiakannya dan tidak menanamnya, tidak mengolahnya lalu ia bersangka baik bahwa tanahnya itu akan menghasilkan hasil bumi tanpa ia olah, tanam, diberi air dan jaga tentulah orang banyak akan menganggapnya sebagai orang yang paling dungu.

Demikian juga, tatkala seseorang bersangka baik dan berharap dengan harapan yang kuat bahwa ia akan memperoleh anak tanpa berhubungan, atau ia akan menjadi orang yang paling berilmu di zamannya tanpa menuntut ilmu dan berusaha kuat memperolehnya tentulah orang akan menganggapnya sebagai orang dungu. Dan masih banyak permisalan lain yang semisal ini.

Demikian juga seseorang yang bersangka baik dan kuat harapannya untuk mendapatkan derajat yang tinggi (di surga) dan kenikmatan yang kekal, tanpa berusaha melakukan ketaatan dan mendekatkan drinya kepada Allah dan mengikuti perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya tentulah manusia akan menganggapnya sebagai orang yang dungu.

Allah berfirman : 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS al-Baqarah : 218)

Perhatikan ayat ini, bagaimana Allah menjelaskan harapan orang-orang beriman disertai ketaatan mereka kepada Allah (mereka berhijrah, dan berjihad di jalan Allah)?!

Semoga Allah ta’ala memberi petunjuk kita kepada pemahaman yang benar, dan menjadikan kita sebagai penghuni syurga-Nya. Amin.

Disarikan dari kitab ad-Daa wa ad-Dawa, karya Ibnul Qayyim rahimahullah.

Oleh : Ustadz Abu Hasan Arif  حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى