Perjuangan Nabi Dalam Mendakwahkan Tauhid


4 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Dakwah para rasul adalah dakwah tauhid. Bertitik tolak dari tauhid inilah mereka membangun manusia menjadi umat yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah azza wa jalla. Sehingga mereka mendapatkan hidayah, keamanan di dunia dan di akhirat, sebagaimana akhir kesudahan yang baik bagi mereka telah dijelaskan dalam al-Qur'an dan dan diukir dalam sejarah yang tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. 

Dari lembaran-lembaran sejarah dakwah Rasulullah, kita mendapati dakwah tauhidlah yang senantiasa beliau serukan dan dengungkan. 

Pada fase Makkah betapa gigihnya beliau mendakwahkan tauhid dan benar-benar bersabar atas perlawanan orang-orang musyrik Makkah ketika itu. Rela menerima cercaan, tuduhan dusta, kekerasan fisik, dan bentuk ujian lainnya demi tersampainya dakwah tauhid tersebut. 

Allah Ta'ala menjelaskan pengingkaran mereka ketika datang dakwah tauhid dalam firman-Nya,

(وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ * أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ)

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta". Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. [Surat Shâd: 4 - 5]

Imam Ibnu Katsîr رحمه الله تعالى berkata: 

"Orang-orang musyrik mengingkari dakwah tauhid -semoga Allah menjelekkan mereka- dan heran dari meninggalkan kesyirikan kepada Allah, karena mereka telah mewarisi praktek penyembahan berhala dari nenek moyangnya dan telah mendarah daging dalam hatinya. 

Sehingga ketika Rasulullah menyeru untuk menanggalkan kesyirikan dari hati mereka dan mengajak untuk mentauhidkan Allah dalam beribadah, mereka terasa berat dan terheran serata mengatakan: "Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sungguh ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan." [Tafsir Ibnu Katsîr, 12/73-74]

✏ Ustadz Hermawan, Lc. حفظه الله تعالى

Sumber: Majalah adz-Dzakhîroh al-Islâmiyyah, hal. 48-49, edisi 81 thn 2013 | www.majalahislami.com