Pernak-Pernik Seputar Fikih Zakat Fitrah


4 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

1. HUKUM ZAKAT FITRAH

Hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah, besar maupun kecil, merdeka maupun budak, dengan syarat memiliki kelebihan dari kebutuhan dirinya dan orang yang di bawah tanggungannya di hari raya. 

2. HIKMAH DISYARIATKAN ZAKAT FITRAH

Setiap ibadah yang Allah syariatkan pasti membawa hikmah, tapi terkadang kita ketahui dan terkadang tidak.

Adapun hikmah dari syariat zakat fitrah adalah: 

a. Pembersih bagi orang yang berpuasa dari suatu yang keji maupun perbuatan sia-sia saat Ramadhan.

b. Sebagai pemberian makanan bagi orang miskin dan menyenangkan mereka di hari raya.

3. MUSTAHIK MENERIMA ZAKAT

Para ulama berbeda pendapat tentang penerima zakat fitrah, 

Pertama: Sebagian mengatakan yang menerima zakat adalah 8 golongan manusia, sebagaimana tercantum dalam (Qs. At- Taubah: 60), akan tetapi dengan tetap mengutamakan fakir miskin.

Kedua: Zakat fitrah hanya khusus fakir miskin, berdasarkan hadits  Abu Dawud tentang zakat fitrah yang secara dzahir ini penghususan bagi Qs. Al-maidah, yaitu "sebagai makanan buat orang miskin". 

Ini yang dikuatkan penulis kitab "al- Mukhtashor al-Jami' li Ahkami az- Zakah" dan lain-lain.

4. UKURAN DAN JENIS YANG DIKELUARKAN

Ukurannya adalah satu sha', adapun dengan ukuran kilo para ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan 2, 176 kilo gram, ada yang mengatakan 2, 1/2  kilo gram, dan ada yang mengatakan sampai 3 kilo gram.

Adanya perbedaan tersebut adalah karena takaran sha' mengunakan cakupan kedua tangan, yang tentu berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya, antara satu negara dgn lainnya, sehingga kami pribadi kalau ditanya tentang takaran zakat, jawaban kami adalah kurang lebih 2,1/2 kilo gram.

Adapun jenis yang dikeluarkan adalah makanan pokok, (bukan uang dibagi ke yang berhak), sebagaimana Hadits Bukhari tatkala sahabat Abu Said al- khudri menyebutkan zakat dengan kurma, gandum, dan lain-lain. Beliau mengatakan "makanan pokok kita saat itu adalah kurma, gandum..."

Karena di tempat kita makanan pokok adalah beras, maka zakat fitrah kita pakai beras, dan ini sesuai dengan hikmah zakat, untuk mencukupi orang fakir miskin saat berhari raya, dan beraslah yang paling dibutuhkan.

Seorang miskin sudah bisa memenuhi kebutuhan pangannya jika ada beras, walau lauk seadanya seperti sayur dan garam.

5.  WAKTU MENGELUARKAN ZAKAT

Yang sunnah waktu mengeluarkan adalah di pagi hari sebelum berangkat shalat Ied, kalau khawatir repot maka malamnya, kemudian siang sebelumnya dst.

Tidak di awal Ramadhan atau tengah, tapi pagi hari raya atau ujung Ramadhan mepet hari raya, karena di antara hikmah zakat adalah memberikan kecukupan pada saat hari raya, dan mensucikan kekurangan kita di bulan Ramadhan, sebagaimana telah kami sebutkan di atas. Wallahu a'lam.

Demikian, semoga bermanfaat, aamiin.

Referensi :

1. Al- mukhtashor al- Jami' li Ahkami Zakat min Shahih al- Khobar wal Atsar Wa an- Nadhor, karya DR. Fakhruddin al- Muhassy. 

2. ceramah syaikh Ali Hasan al- Halabi tentang zakat fitrah, dan lain-lain. 

✏ Ustadz Abdul Rahman Hadi, Lc حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى